oleh

Bupati Wan Siswandi Buka Diseminasi Audit Kasus Stunting di Natuna

 

Natuna (Siberindo.co) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna, mengelar kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Kabupaten Natuna tahun 2022, di Gedung Wanita, Kecamatan Bunguran Timur, pada Senin (07/11/2022) siang.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Natuna.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Natuna, Sri Riawati, dalam laporannya menerangkan, bahwa telah ditetapkan lima strategi nasional dalam penanganan stunting salah satunya Audit stunting.

“Audit stunting memiliki tim, ada dari teknis dan pakar,” kata Riawati.

Menyanyikan lagu Indonesi Raya sebelum acara dimulai.

Riawati mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menekan, mengidentifikasi, menganalisa, dan memberikan rekomendasi serta upaya penanganan angka stunting di Kabupaten Natuna.

Baca Juga  Sekjen Bawaslu RI, Kunjungi Bawaslu Natuna

Peserta diseminasi tersebut melibatkan, Tim Pendamping Pengendalian Stunting, Kepala Desa, Lurah, Camat, dan Kepala OPD terkait.

Ketua Tim Stunting Natuna yang juga Wakil Bupati, Rodhial Huda, mengatakan, di Kabupaten Natuna kasus stunting tidak tinggi, namun angka stunting yang tinggi.

Rodhial menyatakan, bahwa angka stunting tinggi disebabkan pola prilaku kehidupan masyarakat.

“Untuk daerah pesisir seharusnya angka stunting tidak terjadi, karena kita banyak makanan yang bergizi yang berasal dari laut,” tuturnya.

Para peserta kegiatan Disemenisasi Audit Kasus Stunting di Kabupaten Natuna.

Karena pola perilaku kehidupan tadi, kata Rodhial, yang membuat angka stunting yang menjadi besar.

Baca Juga  Bupati Natuna Minta ASN Kumpulkan Sekilo Beras Perbulan, ini Tujuannya Mandalapos.co.id, Natuna -- Bupati Natuna Wan Siswandi, melontarkan gagasan agar setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Natuna mengumpulkan satu kilo beras setiap bulannya. Gagasan tersebut ia sampaikan dalam rapat koordinasi dan evaluasi dengan para kepala OPD, Kamis (6/10) di Kantor Bupati Natuna. Diungkapkan Wan Siswandi, gagasan tersebut muncul setelah ia melihat langsung kesulitan yang dialami masyarakat Natuna, di tengah kondisi ekonomi yang sedang merosot. "Saya turun ke kampung-kampung, memang betul-betul sulit masyarakat kita ini. Bagaimana kalau kita sepakat mengumpulkan sekilo beras perorang tiap bulannya, Kira-kira keberatan tidak? " tuturnya. Menurut Wan Siswandi, selain membantu masyarakat yang kesulitan, jika dilakukan dengan ikhlas maka akan berbuah pahala bagi orang yang membantu. "Kita anggap ini infak, sedekah atau apa nanti namanya, kita kumpulkan semua di kantor bupati, nanti setiap awal bulan kita salurkan ke yang membutuhkan," ujarnya. Terkait teknis pengumpulan beras, menurut Wan Siswandi akan diserahkan ke dinas masing-masing. Setelah beras dari dinas terkumpul, selanjutnya diserahkan ke sekretariat daerah untuk kemudian didistribusikan. "Kalau kita bisa lakukan itu kan luar biasa, beras hanya Rp15 ribu, bisa lah itu," ucapnya. Menambahkan, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, meminta beras yang nantinya akan dikumpulkan ini, dibeli dari produk lokal. " Kalau bisa beli berasnya produk beras lokal, biar menghidupkan petani lokal dan ekonomi lokal juga," pintanya. Sementara itu, Asisten III Pemkab Natuna, Tasrif, berharap kedepan selain sumbangan beras, agar pegawai di lingkungan Pemkab Natuna juga bisa berinfak tambahan, yakni uang sebesar dua ribu Rupiah setiap hari Jum'at. Ide Asisten III pun disambut baik pemimpin daerah, Wabup Natuna Rodhial menilai, dengan infak yang dikumpulkan itu nantinya bisa membantu masyarakat yang sangat membutuhkan, khususnya di tengah situasi mendesak dan membutuhkan pertolongan cepat.

“Penanganan angka stunting tidak bisa dikerjakan oleh tim stunting, tapi semua harus bersinergi dan bekerjasama. Mulai dari Tim Pendamping Stunting, Kades, Lurah, Camat, dan OPD,” jelasnya.

Rodhial berujar, jika semua unsur tersebut terlibat maka angka stunting di Kabupaten Natuna akan menurun. Karena tugas penanganan stunting adalah tugas bersama.

Sementara, Bupati Natuna, Wan Siswandi menargetkan angka stunting di tahun 2024 harus diangka 14 persen.

Target ini, kata Siswandi, sesuai dalam peraturan presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2022 percepatan penanganan stunting salah satu kegiatan prioritas dalam aksi nasional percepatan penurunan stunting.

Baca Juga  Mensos Sapa Warga Natuna dan Pastikan Negara Hadir Kucurkan Bansos Senilai 9 Miliar

“Sejauh ini tim Audit stunting sudah melaksanakan fungsinya, sedangkan diseminasi ini adalah tahapan akhir dari kasus audit,” ucap Siswandi.

Siswandi berharap, Audit stunting ini bukan hanya sekadar laporan, namun persoalannya harus ditindaklanjuti. “Saya harap target 14 persen di tahun 2024 bisa tercapai,” tukasnya.

Siswandi juga mengajak, kepada seluruh tim Stunting untuk satu komando dengan Wakil Bupati untuk menekan angka stunting di Natuna.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Natuna, Boy Wijanarko, Ketua Tim Penggerak PKK Natuna, Kepala OPD, Kepala Badan, Camat, Kades, Lurah, dan Tim Pengendalian dan Penanganan Stunting. #Bds

News Feed