oleh

Presiden Datangi Stadion Kanjuruhan, Kapolri langsung Umumkan Enam Tersangka

MALANG – Presiden memandang bahwa tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh banyak faktor. Hal iyu dikatakan Presiden Joko Widodo saat meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan pascatragedi sepakbola yang terjadi pada Sabtu lalu (1-10-2022), Peninjauan oleh presiden ini untuk mengetahui peristiwa yang terjadi saat itu. Usai meninjau kondisi stadion.

“Sebagai gambaran, tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam, ditambah kepanikan yang ada. Tapi, itu saya hanya melihat lapangannya,” ucap Presiden dalam keterangannya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Rabu, 5 Oktober 2022.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa tata kelola persepakbolaan Indonesia perlu diperbaiki secara keseluruhan, baik dalam hal tata kelola pertandingan, stadion, penonton, hingga pengamanan. Presiden juga menambahkan bahwa Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan kesiapannya untuk membantu memperbaiki tata kelola tersebut.

Baca Juga  Partai Gelora Targetkan Elektabilitas 4 Persen Saat Verifikasi Parpol

“Saya kira kita memang perlu evaluasi total semuanya, baik manajemen pertandingan, manajemen stadion, manajemen penonton, manajemen waktu, manajemen pengamanan. Semuanya harus dievaluasi total agar peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan ini tidak terjadi lagi, jelas semuanya,” tegasnya.

Selain itu, Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. Tim tersebut dibentuk untuk mencari tahu secara detail penyebab utama atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.

“Kita tahu telah dibentuk tim gabungan independen pencari fakta yang diketuai oleh Pak Menko Polhukam. Kita harapkan nantinya tim ini segera bisa menyelesaikan tugasnya, sehingga kita tahu betul-betul penyebab utama dari tragedi tanggal 1 Oktober di Stadion Kanjuruhan Malang,” ujar Presiden.

Baca Juga  Uten Sutendy : Dukung Gagasan Mencetak Satu Juta Penulis untuk Tumbuhkan Budaya Literasi

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa tim gabungan tersebut nantinya akan mengumpulkan fakta dan segala informasi dari berbagai pihak untuk kemudian disampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat. Tim akan berbagi tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Sanksi dari PSSI ada. Pidana nanti yang mengumumkan dari Polri, jadi dibagi-bagi. Audit untuk bangunan nanti yang menyampaikan adalah dari Kementerian PU, tetapi secara keseluruhan nanti tim gabungan independen pencari fakta yang akan menyampaikan,” lanjutnya.

Kapolri Umumkan Enam Tersangka

Sementara Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10) sudah mengumumkan penetapan enam orang tersangka dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.

Tersangkanya yaitu, AHL, Direktur PT LIB, AH, ketua panitia penyelenggara dari pertandingan di Stadion Kanjuruhan, SS, security office, Wahyu SS, Kabag Ops Polres Malang, H, Brimob Polda Jatim, TSA, Kasat Samapta Polres Malang.

Baca Juga  Menteri Perdagangan Janji Akan Bantu UKM Go Global

Para tersangka disangkakan dengan Pasal 359 KUHP dan Pasal 360 junto Pasal 103 juncto pasal 52 UU RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Kapolri juga membeberkan, kronologi tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang usai laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10).

Ia mengatakan pada 12 September 2022, panitia pelaksana Arema FC mengirimkan surat kepada Polres Malang terkait laga yang dimulai pukul 20.00 WIB.

“Polres Malang menanggapi surat secara resmi, untuk mengubah jadwal pelaksanaan menjadi pukul 15.30 WIB dengan pertimbangan keamanan,” kata Listyo. (*/arl)

News Feed