BATAM – Peningkatan Covid-19 di Batam terus berjalan, ditambah dengan pasien positif dari kalangan pekerja migran Indonesia (PMI), mendorong pemerintah menggunakan fasilitas hotel. Saat ini salah satu hotel di Batam mulai diisi pasien positif Covid-19. Pasien Covid yang menggunakan hotel merupakan pasien isolasi mandiri atau atas biaya sendiri.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, Kamis (6/5) mengatakan, untuk hotel, saat ini sudah ada yang mengisi. Namun Didi tidak menyebutkan, nama hotel dan jumlah yang menjalani perawatan isolasi mandiri di hotel.
“Tapi yang positif di hotel itu yang setahu saya, baru satu orang dan dia bayar sendiri.
Dengan isolasi mandiri, Tim Covid-19 membantu dengan mengontrol pasiennya. Sehingga tetap mendapat pelayanan terbaik untuk mendukung kesembuhan pasien dimaksud.
“Hotel juga belum tahu menyediakan berapa kamar. Tapi baru satu hotel yang menerima isolasi mandiri Covid,” bebernya seperti dikutip luarbiasa.id grub siberindo.co.
Diakui, saat ini untuk rawat inap dan isolasi, kapasitas rumah sakit di Batam, masih cukup. Walau diakui, untuk ICU khusus positif Covid-19 bergejala, saat ini tinggal puluhan kamar.
“Tapi insyaallah untuk kapasitas rawat yang tersedia, sekarang masih bisa,” ujar Didi.
Disebutkan, saat ini rumah sakit pemerintah di Batam, yang masih tersedia tempat tidur, 30 persen. Sementara tempat tidur rumah sakit swasta yang masih tersedia, tinggal 20 persen.
“Kalau dihitung, sekitar 300 tempat tidur yang tersedia. Sekarang, dari total 700 an orang covid-19, sekitar 500-an orang di di rumah sakit dan sekitar 150-an isolasi mandiri,” imbuhnya.
Pihaknya juga menyiapkan Bapelkes dengan kapasitas 70 kamar dengan dua tempat tidur. “Jadi ada sekitar 140 tempat tidur kita sediakan disana,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Didi menghimbau agar rumah sakit, sediakan tambahan ICU khusus pasien Covid. Kedepan, pihaknya juga akan mengajak hotel untuk kolaborasi dengan Pemko.
“Kita akan ajak hotel yang mau, untuk kolaborasi, menampung pasien Covid-19 untuk menjalani karantina,” bebernya.
Untuk pasien Covid, disebutkan biaya bisa diklaim ke tim Covid. Namun klaim bisa dilakukan untuk kasus Covid-19, terutama yang menengah ke atas, dari tingkat gangguan kesehatannya.
“Kalau pasien tanpa gejala, sesuai aturan baru, tidak masuk dalam penanggulangan pembiayaan negara,” ujarnya.(mbb)











Komentar