BATAM – Jumlah warga yang keulitan mendapat air bersih yang dikelola PT Air Batam Hilir semakin banyak. Meski saat ini sduah musim hujan, namun air bersih tak kunjung mengalir. Kini giliran warga seputaran Perumahan Putra Jaya, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji yang mendatangi kantor SPAM PT Air Batam Hilir di Batamcentre.
Kedatangan warga pada Sabtu (5/11/2022) ini menuntut agar air di perumahan seputaran Putra Jaya segera dialiri lagi seperti saat air di kelola PT ATB dulu. Air sudah tak mengalir ke rumah warga sudah dua minggu.
Hampir 10 tahun kami tinggal di Perumahan Putra Jaya, tak pernah sekalipun air hidup siang hari. Hanya mengalir siang ahri saat lebaran hari pertama lalu. Mirisnya, di sekitar perumahan Putra Jaya terdapat banyak perusahaan-perusahaan industri galangan kapal, dan airnya selama ini selalu lancar untuk perusahaan.
“Kalau di permukiman warga, jarang ngalir air bersih. Kalaupun mengalir itupun antara pukul 00.00- 04.00 wib dinihari dengan aliran yang sedikit dan lambat.
“Sungguh sangat tersiksa tinggal di Tanjunguncang. Kami umumnya pekerja yang setiap pagi mesti berangkat kerja dan terkadang pulang malam. Sedangkan air hanya hidup malam ahri itupun kadang-kadang. Kapan lagi kami punya waktu istirahat karena mesti menunggu air mengalir,” ucap Asy’ari perwakilan warga.
Asy’ari mengaku bingung dengan pengelolaan air bersih yang dilakukan pihak SPAM dari PT Air Batam Hilir.
“Warga Tanjunguncang seperti dianaktirikan oleh pengelola air di Batam,” kata Asy’ari yang juga ketua RT perumahan Puri Pesona Cluster E.
Di tempat yang sama, Ketua RW 015 kelurahan Tanjunguncang, Azwar Sukendi menyatakan, kondisi warganya dalam mendapatkan air bersih sudah sangat memprihatinkan dan mesti menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi dua pekan belakangan ini air bersih tidak mengalir sama sekali.
“Kasian warga saya. Hari-hari mesti membeli air galon untuk kebutuhan rumah tangga. Per galonnya Rp5 ribu. Untuk yang punya 2 anak saya minimal mesti membeli lebih dari 5 galon air. Ini belum termasuk untuk mencuci pakaian,” kata Azwar.
Kedatangan azwan yang didampingi seluruh RT seputaran Perumahan Putra Jaya dengan pengelola air bersih tidak membuahkan hasil karena warga tetap tidak bisa mendapatkan kepastian untuk mendapatkan air bersih.
Sementara itu, Humas PT. Air Batam Hilir Ginda mengatakan, pihaknya kesulitan mengalirkan air pada daerah tersebut karena kemampuan Water Treatment Planetisimal (WTP) Kota Batam tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk.
Setelah tidak mendapatkan kepastian air bersih akan mengalir ke permukiman warga Tanjunguncang, akhirnya pihak RT dan para RT berinisiatif mengumpulkan warga di fasum perumahan setempat. Dalam pembahasan dengan masyarakat mereka menyimpulkan untuk melakukan demo ke kantor SPAM Batamcenter selaku pengelola air bersih di Batam pada Senin (7/11/2022). Warga mengaku tidak bisa menunggu dan mentoleransi kondisi seperti saat ini akrena air merupakan hajat hidup orang banyak.(rd)










