TANJUNGPINANG – Ketua Komunitas Mahasiswa Peduli Pilkada (Kompelita) Tanjungpinang Zulkarnain meminta Bawaslu di Kepri untuk memetakan dan mengumumkan temuannya di lapangan terkait pelanggaran untuk semua paslon.
Hal ini menurutnya merupakan bagian dari ikhtiar agar Bawaslu bisa dikatakan netral dan tidak berpihak. Menurutnya ini suatu hal penting dan dirinya yakin Bawaslu bisa bekerja secara profesional karena begitu banyaknya relawan di lapangan.
“Bawaslu kan punya pengawas lapangan yang cukup banyak kita berharap semua paslon itu diawasi dan dipublikasikan pelanggarannya di media sosial resminya sehingga ini akan menimbulkan kesan juga bahwa Bawaslu netral jangan hanya meminta ASN netral tapi Bawaslu juga harus menunjukkan profesionalitasya dan kenetralannya ,” kata Zulkarnain.
Pelanggaran Pilkada, tambahnya ada yang bersifat minor dan mayor.
“Pelanggaran kan ada yang sifatnya minor dan mayor kita berharap Bawaslu bisa pantau semua paslon sehingga Bawaslu akan dianggap netral dan tidak berpihak itu menurut saya yang saat ini perlu dilakukan Bawaslu di saat kampanye ini,” kata Zulkarnain.
Ditambahkannya, dengan dipublikasikannya kesalahanan minor dan mayor Paslon selama masa kampanye menjadi hal yang baik dalam peningkatan kualitas demokrasi kita.
“Bawaslu itu kan ibarat wasit dalam pertandingan sepak bola, kita lihat pertandingan-pertandingan sepakbola profesional kan ada data pelanggaran pemain secara tim, offside, kartu kuning nah kalau dalam pertandingan sepakbola kan kita bisa lihat tuh datanya, di Pilkada kita juga berharap demikian dengan kecanggihan teknologi kita berharap sekali Bawaslu bisa melakukan itu,” kata Zulkarnain.











Komentar