oleh

Viral, Wanita Maki-Maki Petugas Razia Masker di Batam

BATAMCLICK.COM: Hertina Linda, pedagang sayur di Pasar Toss 3000, Jodoh Batam, kembali membuat heboh.

Dua hari lalu, di saat petugas gabungan, mulai dari Satpol PP, Polisi, TNI dan Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Batam, sedang menggelar operasi penertiban terhadap protokol kesehatan, ibu dua anak ini dengan santainya melintas menggunakan sepedanya.

Tanpa menggunakan masker, Hertina seakan mengejek para petugas yang sedang menertibkan warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan di kawasan Nagoya.

Nah, giliran wanita yang pernah dinyatakan positif covid 19, dan sempat dirawat di RS Khusus Infeksi Corona ini ditegur petugas. Ia malah balik marah-marah.

Baca Juga  Kasus Covid-19 di Anambas Bertambah 8, Terbanyak Sejak Status Zona Hijau

Dengan mengeluarkan kata-kata kotor ke petugas, Hertina mengaku tak percaya dengan covid 19.

Ia malah mengatakan kalau covid 19 adalah akal-akalan dari pemerintah untuk meraup keuntungan.

Anehnya, aksi ibu yang menghina para petugas ini bukannya langsung diamankan, malah diabadikan oleh salah seorang petugas Satpol PP dalam rekaman yang kini viral di duniamaya, dan menjadi perbincangan publik.

Sikap yang tidak tegas dari aparat, terhadap Hertina, menimbulkan keragu-raguan saat ini di tengah masyarakat, akan kebenaran Corona.

Bahkan, sejumlah warga mengaku tidak akan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, karena petugas tidak akan menindak mereka.

Baca Juga  Silaturahmi Kapolresta Barelang Bersama Paguyuban Kota Batam

Kehebohan yang dilakukan oleh Hertina bukan yang pertama kalinya.

Sekitar sebulan silam, ia juga melakukan perlawanan kepada petugas medis dan polisi, saat petugas hendak membawa jenazah seorang pendeta, yang divonis terpapar covid 19.

Ia bahkan menjilat liur jenazah dan memaki-maki petugas. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian dia dijemput paksa dan dibawa ke RSKI Galang.

Di rumah sakit yang terletak di ujung pulau Galang itu, Hertina terus-terus berulah.

Ia kencing dan buang air besar di sembarang tempat. Bahkan ruang kerja salah seorang petinggi di rumah sakit itu sempat diobrak-abriknya.

Setelah dinyatakan sembuh, Hertina diperbolehkan pulang.

Mulai saat itulah ia terus menyangkal kalau corona itu tidak ada.

Baca Juga  Suryani Temui Lintas Komunitas di Tanjungpinang

Sejumlah video penyangkalan pun ia buat dan dipublis secara umum menggunakan chanel youtube.

Dalam video tersebut, ia terus mengatakan kalau corona itu palsu dan hanya kebohongan agar pemerintah meraup keuntungan.

Alasannya, meski dinyatakan positif, ia merasa selama di RSKI Galang, tubuhnya sehat dan bugar.

Ia sama sekali tak takut tersandung kasus hukum, mungkinkan ada orang kuat di belakang Hertina?

Kapolresta Barelang AKBP Yos Guntur hingga saat ini belum memberikan tanggapan terhadap langkah yang akan diambil pihak kepolisian.

Pesan singkat yang dilayangkan Batamclick, belum dibalas.(bos)

Komentar

News Feed