oleh

Apri-Dalmasri Pecah Kongsi di Pilkada Bintan

BINTAN – Kontestasi atau debat Pilkada Bintan 2020 mulai menghangat. Bupati H Apri Sujadi telah memastikan bakal kembali mencalonkan diri. Besar kemungkinan ia akan menghadapi pasangannya, Wakil Bupati Bintan H Dalmasry Syam yang akan mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati kembali. Ia bakal berpasangan dengan Bupati Lingga Alias Wello.

Majunya Dalmasri Syam kembali menjadi wakil Bupati Bintan tidak diusung oleh Golkar Bintan. Golkar justru mengusung Roby Ansar, yang merupakan putra dari anggota DPR RI Ansar Ahmad, mantan Bupati Bintan dua periode. Padahal, Dalmasri Syam merupakan kader senior Golkar, satu angkatan dengan Kamarudin Ali, anggota DPRD Kepri daerah pemilih Bintan Lingga.

Sosok Dalmasri Syam dinilai sangat merakyat di tengah masyarakat. Samsudin, salah satu warga Kawal mengatakan sosok Dalmasri sangat dikenal di tengah masyarakat. ”Pak Dalmasri, kalau ngak salah saya sebagai ketua babul akhirat di Bintan. Kalau ada orang meninggal di Bintan, ia pasti datang kalau tidak ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya, kemarin.

Bahkan, saat keluarganya menggelar pesta penikahan, Dalmasri diundang via telepon saja, ia hadir. Sementara itu, Pengamat Politik Endri Sanopaka mengatakan majunya Alias Ello, Bupati Lingga ke Pilkada Bintan, sesuai aturan Pilkada tidak ada yang dilanggar dan diperboleh. Ia memiliki modal karena kursi NasDem di Bintan sendiri cukup besar. Alias Wello sendiri sebagai pengurus NasDem. Tinggal mencari satu kursi saja sudah bisa mengusung calon. Alias Wello juga memiliki jaringan lama di Bintan. Tinggal menghidupkan jaringan tersebut. Sedangkan Apri, petahana juga memiliki massa cukup besar. Sama dengan wakilnya, Dalmasri Syam.

Baca Juga  Penjelasan Kadisnaker Soal Kedatangan 352 TKA di Bintan

 ”Robby sendiri memiliki tambahan kekuatan di tengah masyarakat, karena ia anak Pak Ansar Ahmad, mantan bupati Bintan yang telah meletakan pembangunan di Bintan,” ujarnya. Kata dia, meskipun Roby belum ada pengalaman di pemerintahan, tapi memiliki massa tidak bisa dianggap remeh. Ansar Ahmad cukup dikenal di Bintan, tak mungkin ia mendorong anaknya maju di Pilkada Bintan tanpa ada hasil survei. ”Saya lihat sama memiliki massa, tinggal program kerja unggulan yang dimiliki bakal calon Bupati Bintan bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat untuk menentukah pilihan,” ujarnya.

Baca Juga  Cegah Radikalisme dan Terorisme, FKPT Kepri dan Rutan Tanjungpinang Lakukan Sinergi

Selain itu, sambung dia, partisipasi masyarakat juga salah satu penentu kemenangan salah satu calon. Bisa saja, salah satu calon memiliki massa, tapi massa itu tidak mengunakan hak suaranya atau tidak mencoblos dengan alasan Covid-19. Maka mereka merugikan jagoaanya. ”Beberapa akhir ini pandemi Covid-19 meningkat. Masih ada waktu empat bulan, saya rasa pandemi ini cepat berlalu, agar partisipasi pemilih meningkat,” harapnya.(bas/luarbaisa.id)

Komentar

News Feed