TANJUNGPINANG – Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Peduli Pilkada (Kompelita) meminta KPU Kepri untuk mendesain debat khusus Calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau pada sesi debat publik.
Hal ini seperti dikemukakan Zulkarnain Koordinator Kompelita baru-baru ini kepada wartawan.
Menurutnya, ini menjadi suatu hal penting apalagi melihat riwayat kepemimpinan di Kepri sebagian Gubernur berhalangan tetap dengan dua persoalan seperti tersandung persoalan hukum dan kedua wafat.
Selain itu, walau tugas wakil gubernur sifatnya membantu tapi masyarakat perlu tahu bagaimana caranya mereka menyelesaikan persoalan publik yang ada.
“Saya meminta KPU Kepri untuk mendesain debat publik khusus Cawagub Kepri saja atau bisa tiru lah desain debat Pilpres ada sesi capres, sesi cawapres dan sesi duet. Publik harusnya tahu pengetahuan tentang Cawagub Keprinya dengan panggung debat bagaimana mereka bisa mengatasi persoalan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Zulkarnain mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Berdasarkan transisi kepemimpinan di Kepri, Wakil Kepala Daerah juga kerap menggantikan kepala daerah yang berhalangan tetap. Ketika periode 2005-2010. Wagub Kepri Almarhum HM Sani menggantikan Ismeth Abdullah yang tersandung persolan hukum
Periode 2015-2020 HM Sani digantikan Nurdin Basirun karena wafat. Setelah Nurdin Basirun juga tersandung persoalan hukum Isdianto Wakil nya akhirnya menggantikannya.
“Faktor wakil saya pikir dari pengalaman transisi kepemimpinan jadi perlu diuji gagasannya lewat panggung debat ini antisipasi saja jika nanti kepala daerah berhalangan tetap entah karena wafat atau karena tersandung persoalan hukum kita jadi tahu narasinya,” kata Zulkarnain.
Selain itu, tambahnya, publik juga harus tahu bagaimana mereka membangun keharmonisan untuk memimpin Kepri 5 tahun yang akan datang.
“Bilaperlu Pilkada di kabupaten dan kota juga bisa meniru hal serupa,” tambah Zulkarnain.











Komentar