BATAM — Persoalan kepastian hukum bagi driver online di Kepulauan Riau mendapat perhatian dari Wahyu Wahyudin, SE, MM. Ia menilai pemerintah perlu segera merespons berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi transportasi online yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Wahyu menyampaikan hal tersebut setelah mendengar aspirasi Jefry, Ketua Asosiasi Driver Online Batam (ADOB), dalam kegiatan reses. Dalam forum itu, Jefry menilai ribuan driver online di Kepri masih menghadapi lemahnya perlindungan hukum dan ketidakpastian regulasi.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah belum adanya payung hukum daerah yang secara khusus memberikan kepastian dan perlindungan terhadap transportasi online. Di sisi lain, regulasi nasional yang mampu memberikan kepastian bagi pengemudi, pengguna jasa dan aplikator juga masih dinantikan.
Wahyu menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Mereka bukan sekadar pengemudi. Mereka adalah bagian dari roda ekonomi Kepri. Ketika masyarakat membutuhkan transportasi yang cepat dan mudah, driver online hadir. Karena itu negara juga harus hadir memberikan kepastian, perlindungan dan keadilan,” katanya.
Ia mendorong agar aspirasi tersebut dikawal melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait. Menurutnya, perkembangan teknologi transportasi harus diikuti dengan regulasi yang mampu memberikan perlindungan kepada seluruh pihak.
“Jangan sampai teknologi transportasinya sudah maju, tetapi regulasinya tertinggal. Driver online harus mendapatkan kepastian hukum, perlindungan sosial dan perlakuan yang adil,” tegas Wahyu.
Sementara itu, Jefry menyebut persoalan driver online tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum. Para pengemudi juga menghadapi persoalan tarif, keselamatan, hubungan kemitraan dengan aplikator, fasilitas publik hingga perlindungan sosial.
Ia menegaskan driver online tidak meminta keistimewaan, melainkan aturan yang jelas, adil dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak.
“Jangan Tunggu Driver Online Bergerak Baru Pemerintah Bergerak!” tegas Jefry.
Wahyu menilai reses menjadi ruang penting untuk membawa persoalan masyarakat ke tingkat kebijakan. Aspirasi driver online, kata dia, harus diperjuangkan agar menghasilkan regulasi yang mampu memberikan kepastian dan keadilan.







