oleh

Tahun Baru dan Tradisi Barbaque (Bakar-bakar)

NURUL HIDAYAH
Mahasiswa program studi Sosiologi STISIPOL Raja Haji

OPINI – Perayaan malam tahun baru yang diselenggarakan setiap malam tanggal 31 Desmber menjelang 1 Januari umumnya banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mempererat ikatan keluarga maupun pertemanan. Bentuk perayaan malam tahun baru itu biasanya diwujudkan dalam aksi pengadaan acara makan-makan (bakar-bakar) atau barbecue bersama anggota keluarga atau teman, mengunjungi pesta kembang api maupun agenda lainnya.
Barbecue atau ‘bakar-bakar’ telah lama menjadi salah satu pilihan untuk merayakan tahun baru. Lantas sebenarnya bagaimana asal usul tradisi bakar-bakar (Barbecue) pada perayaan malam tahun baru?
Sebelum jadi makanan khas tahun baru, barbecue telah melewati sejarah yang panjang sejak zaman dahulu kala. Umumnya makanan yang marak dijumpai dalam tradisi bakar-bakar itu adalah aneka daging, sosis, jagung, ikan, dan lainnya. Terdapat beragam pendapat terkait dari mana awalnya tradisi Barbecue itu bermula. Namun diketahui bahwa tradisi memasak daging dengan cara dibakar itu sendiri sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dilansir dari History Today, tradisi bakar-bakar atau barbecue itu sendiri bermula dari masyarakat pribumi Amerika yang mengolah ikan dengan cara dipanggang sekitar tahun 1590. Sedangkan jika ditarik lebih jauh dilansir dari Planet Barbecue dalam Live Science, tradisi barbecue tersebut diketahui bermula dari kehidupan manusia purba yakni Homo Erectus yang memasak daging dengan api yakni sekitar 3 juta tahun yang lalu.

Sejak saat itu, popularitas barbecue dengan daging menyebar cepat ke Eropa, Afrika, hingga Amerika Serikat. Akhirnya, banyak peristiwa penting yang kerap dirayakan dengan kegiatan bakar-bakar atau barbecue. Namun, teknik barbecue yang dikenal saat ini yaitu memasak daging di atas panggangan dengan rempah-rempah dan saus olesan khusus, diketahui berasal dari Kepulauan Barbados, Karibia pada abad ke-16. Kata barbecue berasal dari bahasa Taino, bahasa suku Indian Karibia. Barbecue diambil dari kata barbacoa yang berarti memanggang di atas perapian kayu. Menurut Planet Barbecue, sejarah mencatat kata barbecue pertama kali muncul dalam catatan penjelajah Spanyol di Hindia Barat pada 1526.

Sejak saat itu, popularitas barbecue dengan daging babi dan sapi menyebar dengan cepat ke Eropa, Afrika, dan Amerika Serikat. Sebagaimana dilansir Live Science, barbecue populer di Amerika Serikat sejak zaman kolonial dan berkembang jadi budaya turun temurun. Bahkan, pada 1650, salah satu peraturan di Virginia melarang pelepasan senjata saat barbecue berlangsung. Peristiwa-peristiwa penting di AS pun kerap dengan kegiatan barbecue bersama. Mulai dari saat menang Perang Revolusi hingga saat membangun jembatan pertama di atas Sungai Missouri.

Baca Juga  Animo Pemilih Pemula Tanjungpinang sangat Tinggi terhadap Isdianto-Suryani

Di Amerika Serikat, barbecue sangat digemari oleh presiden mereka saat itu, Abraham Lincoln. Hingga akhirnya Thomas Edison diminta untuk merancang yang kemudian dibuat oleh Henry Ford.  Sejak saat itu (barbecue) jadi budaya Amerika. Sejak saat itu pula, barbecue kerap diidentikkan dengan perayaan yang spesial, meriah dan kaya untuk semua kalangan. Biasanya masyarakat menggunakan ayam untuk harga yang murah, makanan laut untuk yang lebih mahal, dan daging premium untuk kelas atas. Lantaran tingginya peminat barbecue, pabrik briket arang komersial pertama dibangun oleh Henry Ford pada 1921 dengan rancangan Thomas Edison. Sejak itu, barbecue menjadi budaya di sana. Sejak saat itu pula, bakar-bakar sering diidentikan dengan perayaan spesial untuk semua kalangan. Masyarakat akan menggunakan ayam, makanan laut, hingga daging premium untuk kegiatan bakar-bakar ini.

Tak hanya itu, asal-usul tradisi bakar-bakar saat tahun baru juga ada versi lainnya. Saat tahun 1800-an, ada seorang koboi yang memiliki tuan dengan banyak kuda dan hewan ternak lainnya. Koboi itu bertugas untuk menjaga dan menggembalakan kuda dan hewan ternak lainnya di sana. Diketahui, para koboi itu diberikan jatah daging bagian punggung sebagai makanannya. Bagian punggung adalah bagian yang memiliki lemak tebal, sedikit daging, harganya pun paling murah hal ini membuat bagian punggung sulit diolah. Namun, para koboi tidak kehabisan akal untuk bisa mengolahnya. Setelah memikirkan caranya, akhirnya para koboi memutuskan memanggang dalam api kecil dengan durasi lama.  Para koboi pun memanggang daging itu dengan tusukan besi supaya bisa ditempatkan di atas api.

Baca Juga  Menanam Pohon Menuai Kebaikan

Tak hanya di Amerika Serikat, kini banyak masyarakat Indonesia yang rayakan tahun baru dengan bakar-bakar. Kunci utama penyebaran tradisi bakar-bakar ini adalah karena adanya globalisasi dan internet. Dulunya, masyarakat Indonesia memaknai dan merayakan tahun baru dengan spiritual. Namun, adanya perkembangan budaya barat membuat masyarakat akhirnya memodifikasi budaya itu. Karena globalisasi, budaya merayakan tahun baru berubah menjadi kegiatan bakar-bakar bersama-sama. Dengan harga yang cukup terjangkau dan cara yang mudah, tiap keluarga bisa bakar-bakar sendiri di rumah. Tak hanya bisa menikmati sajian makanan, tradisi bakar-bakar pada perayaan malam tahun baru juga bisa menciptakan kebersamaan.

News Feed