BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menganggarkan Rp 10 Miliar untuk pelaksanaan Antigen masal yang mulai dilaksanakan sejak minggu lalu. Dengan anggaran ini, pihaknya juga memberikan target kepada Puskesmas untuk melakukan Antigen masal terhadap 1000 masyarakat dalam sehari.
“Anggaran disiapkan dalam refocusing anggaran yang telah kita bahas secara terus menerus,” ungkap Wali Kota Batam, HM Rudi di Batam seperti dikutip luarbiasa.id grub siberindo.co.
Dengan pelaksanaan Antigen masal ini, pihaknya juga fokus mengenai penyediaan lokasi karantina bagi masyarakat yang terdeteksi reaktif. “Akomodasi sudah disiapkan baik di Asrama Haji dan Rusun yang dikelola oleh Pemko dan BP Batam,” ungkapnya.
Amsakar juga mengakui, bahwa pelaksanaan Antigen masal ini juga semakin menyaring warga Batam yang memang terpapar Covid-19. Dimana pelaksanaan Antigen ini akan membuat masyarakat terisolasi dengan sendirinya, baik mereka melakukan Isolasi Mandiri di rumah atau di lokasi karantina yang telah disediakan.
“Intinya apapun itu, kami juga menyiapkan anggaran bagi masyarakat untuk konsumsi mereka,” tegas Amsakar.
Rudi menyampaikan, Pemko Batam menyiapkan tes swab antigen gratis guna melacak penyebaran Covid-19. Tes ini, lanjut Rudi, tidak lain merupakan salah satu upaya percepatan penanganan Covid-19 di Batam.
“Yang positif kami pisahkan, merawat dan membiayainya dan memberikan sembako untuk yang membutuhkan,” ucap dia.
Rudi mengungkapkan keinginan agar masyarakat yang sakit dapat segera sembuh dan tidak ada lagi kasus baru. Selain pelacakan ini, ia kerap mewanti protokol kesehatan (prokes) agar tetap diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
“Prokes ini wajib, terutama masker dan jaga jarak,” katanya.
Ia bersyukur kasus mulai turun, ia mengklaim salah satunya karena penyekatan yang telah dilakukan berkat bantuan TNi-Polri. “Kalau tren menurun kasus dapat kita pertahankan, dua minggu lagi saya yakin akan melandai” ucap Rudi, yakin.(mbb)










